Cari Blog Ini

Kamis, 29 Desember 2011

Variasi Intra Populasi


I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

            Metode tradisional yang digunakan dalam taksonomi klasik adalah pengelompokan individu yang diperoleh dari suatu lokasi hanya berdasarkan persamaan dan perbedaan morfologi yang dimiliki oleh masing-masing individu tersebut. Sesungguhnya populasi dari kebanyakan hewan terdiri atas beberapa phena yang berbeda, sebagai hasil dari beberapa proses seperti variasi umur, variasi seksual, variasi musiman, polimorfisme dan sebagainya. Kegagalan mengenai variasi ini akan berakibat pada kesalahan dalam penentuan suatu species dan kategori tertentu. Oleh karena itu, pemahaman mengenai variasi yang terjadi pada populasi hewan sangat penting dalam taksonomi.
            Secara garis besar, ada dua penyebab terjadinya variasi, yaitu faktor non genetik dan genetik. Variasi non genetik dapat terjadi karena adanya variasi umur, variasi musiman pada suatu individu, variasi musiman pada beberapa keturunan, variasi sosial, variasi habitat, variasi karena induksi kondisi iklim temporer, variasi yang ditentukan oleh inang, variasi tergantung kepadatan, variasi alometrik, variasi neurogenik, variasi traumatik dan variasi induksi parasit serta perubahan pasca kematian. Variasi genetik terjadi karena adanya seksual mdimorfisme seperti nperbedaan sek primer dan sek sekunder, gynadromorfi dan intersek, strain seksual dan uniparental serta variasi diskontinyu dan variasi kontinyu.









B. Tujuan
Tujuan praktikum acara Variasi Intra Populasi ini adalah untuk mengenali berbagai variasi (umur, seksual, musiman, polimorfisme) pada suatu populasi hewan serta menentukan spesies hewan berdasarkan berbagai variasi yang terdapat pada suatu populasi hewan.


























MATERI DAN METODE
A. Materi
            Materi yang diamati adalah Kadal jantan dan betina, Katak sawah dewasa, berudu, berudu berkaki, dan telur katak.
Alat yang digunakan yaitu bak preparat, pinset, jarum preparat, kaca pembesar, buku gambar dan alat tulis.

B. Metode
1.      Pemisahan antara Katak dan Kadal.
2.       Menggambar siklus hidup katak sawah dan kadal beserta organ genitalianya.
3.      Preparat yang telah diamati diawetkan untuk kegiatan identifikasi dan determinasi pada acara praktikum selanjutnya.

















HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil







                 Gambar 1. Katak sawah                          Gambar 2. Kadal                       







                                        Gambar 3. Siklus Hidup Katak


B. Pembahasan
         Variasi intra populasi yaitu perbedaan-perbedaan yang terdapat pada hewan-hewan dalam suatu populasi. Variasi di alam dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor non genetik. Factor genetic yaitu factor yang mempengaruhi variasi spesies dikarenakan oleh peristiwa pewarisan sifat dari tetua ke keturunannya, yaitu melalui factor pembawa keturunan (DNA). Factor non genetic yaitu factor yang mempengaruhi variasi spesies dalam populasi dikarenakan factor selain genetic, yaitu seperti dikarenakan variasi umur, variasi musiman pada suatu individu, variasi social, variasi habitat (Inger and Iskandar, 2005).  
         Variasi pada populasi hewan kadal dapat terjadi karena adanya seksual dimorfisme seperti perbedaan sek primer dan sek sekunder yang dimilikinya. Ciri sek primer sendiri adalah merupakan organ yang berhubungan langsung dengan reproduksi yaitu testis dan salurannya pada kadal jantan dan ovarium dan salurannya pada kadal betina. Sedangkan sek sekunder berguna untuk membedakan jenis kadal berdasarkan tanda-tanda dari luar tubuh kadal, ciri sek sekunder terdiri dari dua jenis :1. Yang tidak mempunyai hubungan dengan kegiatan reproduksi secara keseluruhan, misalnya bentuk morfologi dari organ reprodusinya yaitu testis lebih kecil di bandingkan ovarium. 2. Yang merupakan alat bantu/organ tambahan waktu reproduksi misalnya organ Gonopodium pada ikan seribu, Myxopterygium (clasper) merupakan modifikasi sirip perut pada ikan dan Ovipositor berfungsi sebagai alat penyalur telur ke bivalvia dari ikan Rhodes amarus dan Careoroctus betina (Zug, 1997).
         Gambaran organ genitalia dan organ dalam kadal yaitu :






Menurut Radiopoetro (1986), klasifikasi kadal adalah sebagai berikut :
Phylum            : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Class                : Reptilia
Ordo                : Squamata
Subordo          : Scincidae
Genus              : Mabouya
Species            :Mabouya multifasciata
         Katak dewasa apabila diamati dengan teliti, akan terlihat jelas adanya keragaman variasi atara spesies yang satu dengan yang lainnya kataki mempunyai badan yang lebar dilengkapi dengan dua pasang anggota gerak. Anggota gerak bagian depan lebih pendek dan kecil, serta mempunyai 4 jari, sedangkan bagian belakang jauh lebih besar dan panjang. Hal ini sesuai dengan fungsinya yaitu untuk melompat. Anggota gerak ini biasanya juga dilengkapi dengan selaput renang untuk memudahkan katak berenang (Mahardono, 1980).
Metamorfosis pada Amphibi merupakan salah satu variasi yang ada pada spesies katak. Pengertian metamorfosis sendiri adalah perkembangan yang merubah secara keseluruhan bentuk, fisiologis maupun biokimiawi individu, sedangkan pada beberapa insekta, metamorfosis hanya bersifat melengkapi bentuk larva dengan perlengkapan-perlengkapan untuk menjadi bentuk dewasanya. Perubahan-perubahan metamorfik benar-benar merubah seluruh jaringan dan organ. Variasi yang terjadi pada katak yaitu variasi umur yaitu variasi yang tergantung dari umur hewan itu sendiri dan tiap-tiap umur memiliki ciri-ciri khas tersendiri (Mahardono, 1980).
Klasifikasi katak sawah adalah sebagai berikut :
Phylum            : Chordata
Sub Phylum     : Vertebrata
Class                : Amphibia
Ordo                : Anura
Famili              : Ranidae
Genus              : Fejervarya
Species            :Fejervarya cancrivora
         Berdasarkan hasil praktikum didapatkan hasil bahwa katak merupakan hewan yang memiliki variasi yaitu variasi seksual jantan dan betina, pada organ genitalia kadal jantan ujuran testis yang sebelah kanan lebih besar serta letaknya lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang sebelah kiri begitu juga ovarium pada kadal betina. Katak mempunyai variasi yang dipengaruhi oleh umur. Katak memiliki siklus hidup mulai dari telur, berudu, berudu berkaki, katak berekor, dan katak dewasa. Katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air, di sarang busa atau di tempat-tempat basah lainnya. Telur-telur katak menetas menjadi berudu atau kecebong, yang bertubuh mirip ikan gendut, bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai kodok atau katak kecil (Inger and Iskandar, 2005).
        

























KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa :
1.      Variasi di alam dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor non genetik.
2.      Variasi intra populasi yaitu perbedaan-perbedaan yang terdapat pada hewan-hewan dalam suatu populasi.
3.      Metamorfosis pada Amphibi merupakan salah satu variasi yang ada pada spesies katak.


B. Saran
            Praktikum ini kaena ada pengamatan tentang variasi seksual pada kadal  jadi diharapkan tiap kelompok ada pembedahan pada kadal jantan dan betina supaya lebih memahami penjelasan dari masing-masing asisten.









DAFTAR REFERENSI
Inger, R.F. and Iskandar, J. T. 2005. A Collection of Amphibians From West Sumatra With Description of A New Species of Megrophys (Amphibia:Anura). The Raffles Bulletin Zoology. 53(1)133-142.
Mahardono, A. 1980. Anatomi Katak. PT Intermasa, Jakarta
Radiopoetro. 1986. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
Zug, G. R. 1997. Herpetology : An Introduction Biology of Amphibian and Reptiles. Academic press, Inc., New York.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar